#SIP Etika Menulis Dalam Media Online

Internet kini menjadi medium baru yang banyak digunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berita. Hanya dengan ujung jari pembaca dengan sangat cepat dan mudah dapat membaca banyak informasi di media online. Fenomena tersebut memunculkan hal baru dimana pekerjaan jurnalistik memiliki interaksi yang aktif dengan pembaca. Selain ini gaya baru jurnalisme ini membuka kesempatan bisnis yang sangat luas, sehingga tidak jarang penulis bertujuan untuk mendapat pembaca sebanyak-banyaknya.

Tidak berbeda dengan jurnalisme tradisional, penulisan pada media online yang baik membutuhkan kepribadian dan etika yang baik dari penulisnya. Penulis pada media online memiliki tugas unutk mneyajikan tulisan yang bertanggung jawab. Jika tidak, hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya pembaca serta turunya reputasi diri. Terutama yang harus disadari oleh para penulis adalah “what’s on the internet, it stays online, it stays forever”

Sebelum mulai menulis dalam media online, penulis perlu menyadari beberapa pertanyaan berikut:
  • Apakah cerita yang akan disajikan benar? Sebaiknya penulis tidak menulis sebuah berita berdasarkan rumor untuk menghindari hal-hal yang tidak benar terjadi. Maka menjadi suatu hal yang penting bagi penulis untuk melakukan riset tentang tulisanya sebelum di unggah ke media online. Rumor dapat digunakan sebagai acuan dan dasar inverstigasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
  • Apakah saya memiliki bukti yang dapat memperlihatkan bahwa cerita tersebut benar? Penulis dapat terlebih dahulu mencari dokumen, berita, surat, atau apapun yang berhubungan dengan cerita yang akan ditulis di media online yang dapat mendukung bahwa tulisan terssebut merupakan kejadian yang benar terjadi
  • Apakah saya mengenal saksi mata? Saksi mata dapat membantu penulis untuk memberikan kabar yang sebenar-benarnya terjadi, sehingga tulisan yang di unggah penulis menjadi suatu tulisan yang lebih valid.
  • Apakah saya dapat menyampaikan dua sisi cerita? Apakah cerita yang saya sampaikan seimbang? Cerita yang seimbang dan faktual memberikan pembaca pandangan yang adil dari 2 sudut pandang. Jika suatu cerita mendapatkan perlawanan dari suatu pihak maka pembaca dapat juga memahami cerita dari pihak yang lain.


Do's and Don'ts in Online Writing

Keseimbangan
Penulisan yang seimbang berarti keadilan dan tidak bias. Professor Ward dalam seminarnya menyebutkan “One show one’s impartiality bu being willing to check one’s fact and to treat other people’s prespective fairly. Without some degree of impartiality, journalist are simply narrow-minded activist whose work cannot (should not) be trusted”

Akurat
Pembaca berhak mendapatkan berita atau informasi yang akurat dan komprehensif. Maka penulis harus dapat memastikan informasi yag diterima adalah benar, tepat, dan bebas dari kesalahan. Akurasi juga berarti tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan penulisan sehingga tidak terdapat kesalahan. Penulis harus dapat bertanggungjawab dengan berita atau informasi yang diberikan.

Integritas
Integritas berarti kejujuran dan kemurnian. Kejujuran dan kemurnian menjadi sebuah hal penting dalam integritas. Tanpa rasa hormat, nilai-nilai tersebut mustahil untuk menjaga nama baik penulis serta karakter penullis.

Rasa Tanggungjawab
Publikasi yang bertanggujawab harus dapat menyampaikan informasi yang adil, seimbang, dan apa adanya karena informasi yang disajikan merupakan sebuah cermin sosial yang baik. Hal tersebut diwujudkan melalui tidak hanya terfokus pada kepentingan personal namun pada kepentingan orang lain. Bertanggungjawab juga berarti dapat menerima konsekuensi dari cerita yang ditulis dan di publikasikan. Penulis tidak hanya harus mengerti bagaimana menulis cerita atau informasi yang menarik namun juga dapat memprediksikan kemungkinan konsekuensi dari cerita yang ingin disampaikan. Jika hal tersebut dapat dicapai penulis, maka penulis dapat meminimalisir kemungkinan melukai perasaan beberapa individu atau lingkungan sosial.

Privasi
Meskipun pembaca memilki hak untuk mendapatkan informasi, individu juga berhak mendapatkan privasi dalam kehidupanya. Meskipun terkadang privasi juga dapat dipatahkan demi perhatian publik yang begitu besar akan tulisan online yang diunggah. Bekerja pada hal yang berhubungan dengan perhatian publik berarti meletakkan kepentingan kepentingan publik diatas kekshawatiran orang lain. Penulis online harus dapat membedakan mana berita yaang berhak diketahui publik dan bagian berita mana yang publik cari hanya karena rasa keingintahuan.

Verifikasi
Tidak semua informasi atau berita yang ditemukan dalam media online merupakan informasi yang benar. Maka diperlukan kesadaran dari penulis untuk memberikan informasi sebenar-benarnya. Verifikasi dapat membantu memberikan data yang akurat sesuai dengan fakta yang terjadi kepada publik. Sebaiknya, dalam menuliskan informasi penulis tidak menulis berdasarkan spekulasi dan tidak melebih-lebihkan apa yang terjadi.


We have entered a phase where spinning of stories has become a skillful art. Truthful, factual, fair and balanced reports must be re-emphasized. Distortion of information either deliberately or by omission must be prohibited. Truth and facts, ethical reports, impartial and bias-free reporting, integrity, social responsibility, avoid discriminating, sensation-free reports, protection of sources, respect and dignity, defending freedom; the list is endless” (Mutabazi Jeb Mutanga, Media and Communication Consultant of Ideal Solution, Inc)









Sumber:
    Buchanan, E. A. (2004) Readings in Virtual Reasearch Ethics: Issues and Controversies. Pennsylvania: Information Science Publishing.
      Mugira, Fredrik. (2014) Fastidious: A Guidebook on Ethical Strategies for Social Media Writers. Uganda: Center of International Media Ethics.
         McKee, Heidi & James E. P.  The ethics of digital writing research: a rhetorical approach. 1-43
         Margianto, J. H. & Asep Syaefullah. (2012) Media Online: Pembaca, Laba, dan Etika. Jakarta: Aji Indonesia.
         Hadi, Nur. (2006) Etika berkomunikasi di dunia maya dengan netiquette. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY. 341-362

Comments